The Power of Refactoring

Project yang sedang dikerjakan sekarang adalah membuat Mobil App untuk membaca score (notasi musik) dengan beberapa fitur seperti pengaturan tempo, looping, environment, change instrument, adding annotation dan sebagainya. Masalahnya kemudian,hampir semua developer yang terlibat adalah backend programmer yang tidak punya pengalaman mengerjakan mobile app dan juga tidak familiar menggunakan pattern MVVM. Ya, projectnya menggunakan Xamarin dan MvvmCross framewrok.

Nah, pada sprint kesekian project pengerjaan projectnya semakin melambat. Salah satu penyebabnya adalah beberapa task mengharuskan menunggu pengerjaan developer yang lain karena mengharuskan bekerja pada class/module yang sama. Begitu juga bagian FrontEnd mengaku kesulitan dalam mengintegrasikan designnya karena harus bersentuhan dengan code program yang berhubungan dengan funcionality.

Akhirnya diputuskan dalam satu sprint di adakan refactor besar-besaran, tidak ada penambahan fitur. Refacor focus pada aspek Single Responsibility dan Separation of Concern. Juga melengkapi unit testing sehingga dapat dengan mudah dideteksi mana code yang termasuk smell code. Ya, salah satu tandanya adalah jika code tersebut tidak testable. Ternyata setelah mengadakan refactor yang cukup signifikan, Sprint berikutnya pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s