Pemrograman Beriorentasi Object Menggunakan Javascript (Part I)

Hampir semua programmer tidak asing dengan pradigma pemrograman beriorentasi object (OOP), jadi tidak perlu saya jelaskan lagi di sini. Kebanyakan bahasa pengantar untuk mata kuliah OOP adalah java atau c++. Bagaimana dengan OOP menggunakan javascript??  yang terbiasa menggunakan javascript di sisi server seperti Node JS atau framework javascript di sisi client seperti AngularJS atau Backbone.Js tentu akan menjadi penting. Ok, mari kita mulai!..

  1. Menggunakan Prototype-based programming.

Javascript adalah sebuah prototype-based language, jadi kita tidak akan menemukan statement class seperti pada bahasa yang lain (Java, C++, C#..). Fungsi-fungsi pada Javascript memiliki property yang disebut “prototype”.  Berikut contoh membuat class menggunakan pendekatan Prototype.

function Person(name, age) {
 this.name = name;
 this.age = age;
}
Person.prototype = {
 getName: function() {
   return this.name;
},
 getAge: function() {
  return this.age;
}
}

instanisasi class person tersebut dengan cara seperti ini.

var alice = new Person('Alice', 93);
var bill = new Person('Bill', 30);
console.log(alice.getName()); //result is "Alice"
console.log(alice.getAge()); //result is "93"

Dengan mengakses prototype class person di atas bisa juga ditulis seperti ini:

Person.prototype.getName = function(){
return this.name;
};Person.prototype.getAge = function(){
return this.age;
};

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s